Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » AMAN Nusa Bunga Dorong Manajemen Kolaborasi Antara Masyarakat Adat dan Balai TNK

AMAN Nusa Bunga Dorong Manajemen Kolaborasi Antara Masyarakat Adat dan Balai TNK

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 6 Mei 2019
  • visibility 60
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMAN Nusa Bunga Dorong Manajemen Kolaborasi Antara Masyarakat Adat dan Balai TNK
Ende snb.com- Dalam rangka pelestarian Hutan Adat dan menjaga Taman Nasional Kelimutu (TNK) agar lebih baik kedepan,  Pemerintah dan Masyarakat Adat harus membangun konsensus Ulang dan berkolaborasi antara apa yang masyarakat mau begitupun sebaliknya.
Pernyataan ini di sampaikan ketua AMAN Nusa Bunga Philipus Kami saat konsolidasi bersama Masyarakat Adat Penyangga Taman Nasional Kelimutu (TNK),Balai TNK dan AMAN Nusa Bunga di Desa Saga Kecamatan Detusoko tanggal 2 sampai 4 Mei 2019.
AMAN berinisiatif untuk terus mengawal Pemerintah dan TNK agar program – program pusat yang berdampak pada perubahan regulasi  dan kebijakan – kebijakan yang membangun pertemanan antara Masyarakat adat dengan kehutanan maupun Balai TNK atau Taman Wisata Alam Kelimutu tetap berjalan pada koridor yang ada,  Hal ini sangat penting agar tidak terjadi lagi pengklaiman  terhadap masyarakat adat yang mengatakan bahwa masyarakat adat itu bodoh, tinggal di daerah pinggiran dan macam – macamnya.
Namun yang terpenting adalah wilayah Taman Nasional Kelimutu ini adalah juga merupakan bagian dari wilayah adat ke- 23 yang tergabung dalam komunitas masyarakat adat sehingga harus di diskusikan secara baik agar tidak terjadi diskriminasi dari para pihak baik dari pemerintah, Balai TNK maupun diantara sesama masyarakat adat itu sendiri.
“Kita tidak berharap adanya pendiskriminasian terhadap masyarakat adat sehingga tidak ada pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat. Jangan sampai hutan yang ada di kawasan TNK dan gunung yang selama ini kita jaga, masyarakat adat dipenjarakan. Dan ini yang tidak kita inginkan bersama karena menyimpang dari cita – cita kemerdekaan bangsa Indonesia,” kata Philipus.
Dirinya juga  juga menuturkan jika menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik maka harus dicari metode terbaik untuk secara bersama – sama menjaga TNK , agar TNK semakin bagus ke depan dan lingkungan menjadi sehat dan baik.
Setiap komunitas adat harus menjaganya dan memulai menceritakan tentang kampung dan tata cara adat, hukum adat dan wilayah adat karena anak cucu masih akan hidup dalam seratus atau dua ratus generasi ke depannya dan tidak habis hari ini sehingga tugas kita hari ini sangat berat untuk mengajarkan pengetahuan tentang adat budaya dan nilai – nilai kehidupan yang telah diwariskan leluhur kita agar tetap diwariskan kepada generasi ke depan dan tidak boleh mati di kita.
Masyarakat adat harus menunjukan identitas diri kepada negara bahwa masyarakat adat sesungguhnya masih ada dan selamanya tetap ada dengan adanya adat dan budaya yang masih terpelihara dengan baik seperti yang diamanatkan dalam pasal 18 b ayat 2 dan pasal 28 j UUD’45 sehingga seluruh kebijakan yang bertentangan dengan pasal – pasal itu dinyatakan gugur.
 Masyarakat adat harus membangun atau memfasilitasi kembali dalam konteks negara dimana negara harus mendorong kemajuan, melestarikan adat dan budaya, mendorong nilai – nilai budaya, meneruskan seluruh tradisi yang ada sebagai bagian dari keberagaman bangsa yang harus dijaga oleh bangsa ini.
Hingga saat ini pertumbuhan ekonomi masyarakat adat di daerah penyangga TNK belum maksimal dilakukan padahal keberadaan Danau Kelimutu sudah puluhan tahun terkenal sebagai salah satu destinasi populer di dunia.
Philipus mengakui sejak ditetapkan sebagai salah satu taman nasional, ada perubahan – perubahan dalam tata kelola yang mulai dirasakan masyarakat adat sehingga kolaborasi manajemen yang ada ini terus ditingkatkan agar pertumbuhan ekonomi masyarakat adat dapat ditingkatkan.
Dan jika kolaborasi ini berjalan dengan baik maka perekonomian dan kesejahteraan masyarakat adat akan dapat meningkat.
Sementara itu Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Agus Sitepu mengatakan saat ini Balai Taman Nasional Kelimutu sedang melaksanakan program – program pemberdayaan untuk membantu masyarakat adat yang ada di sekitar kawasan Taman Nasional Kelimutu sesuai visi TNK sebagai  kawasan konservasi berbasis ekowisata budaya yang berdayaguna bagi masyarakat dengan misi mengembangkan ekowisata dengan tema budaya sejajar dengan alamnya dan memberdayakan masyarakat adat dan desa penyangga.
“Saat ini kita sedang mengembangkan beberapa program TNK yang bersentuhan dengan masyarakat adat yang ada di sekitar kawasan TNK untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sesuai dengan visi misi TNK,” kata Agus Sitepu.
Di katakan program peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang paling menyentuh adalah dilakukan dengan mengembangkan ekowisata agar masyarakat langsung menerima dampak kunjungan para wisatawan disamping membantu masyarakat untuk membangun kembali tempat – tempat ritual adat dan mendatangkan wisatawan untuk mengunjungi kampung adat tersebut.
“ Kita bantu untuk mempromosikan kampung Adat agar tidak hanya TNK saja yang dikunjungi wisatawan tetapi masih ada tempat wisata budaya yang sangat menarik untuk dikunjungi. Dan ini berada dalam satu paket kunjungan ke Kelimutu,” pungkasnya.
Pihaknya akan tetap melakukan komunikasi dan diskusi bersama dalam meningkatkan manajemen kolaborasi ini untuk bersama – sama meningkatkan pemberdayaan ekonmi masyarakat adat penyangga Taman Nasional Kelimutu. ***
Infokom AMAN Nusa Bunga.
Ende snb.com- Dalam rangka pelestarian Hutan Adat dan menjaga Taman Nasional Kelimutu (TNK) agar lebih baik kedepan,  Pemerintah dan Masyarakat Adat harus membangun konsensus Ulang dan berkolaborasi antara apa yang masyarakat mau begitupun sebaliknya.
Pernyataan ini di sampaikan ketua AMAN Nusa Bunga Philipus Kami saat konsolidasi bersama Masyarakat Adat Penyangga Taman Nasional Kelimutu (TNK),Balai TNK dan AMAN Nusa Bunga di Desa Saga Kecamatan Detusoko tanggal 2 sampai 4 Mei 2019.
AMAN berinisiatif untuk terus mengawal Pemerintah dan TNK agar program – program pusat yang berdampak pada perubahan regulasi  dan kebijakan – kebijakan yang membangun pertemanan antara Masyarakat adat dengan kehutanan maupun Balai TNK atau Taman Wisata Alam Kelimutu tetap berjalan pada koridor yang ada,  Hal ini sangat penting agar tidak terjadi lagi pengklaiman  terhadap masyarakat adat yang mengatakan bahwa masyarakat adat itu bodoh, tinggal di daerah pinggiran dan macam – macamnya.
Namun yang terpenting adalah wilayah Taman Nasional Kelimutu ini adalah juga merupakan bagian dari wilayah adat ke- 23 yang tergabung dalam komunitas masyarakat adat sehingga harus di diskusikan secara baik agar tidak terjadi diskriminasi dari para pihak baik dari pemerintah, Balai TNK maupun diantara sesama masyarakat adat itu sendiri.
“Kita tidak berharap adanya pendiskriminasian terhadap masyarakat adat sehingga tidak ada pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat. Jangan sampai hutan yang ada di kawasan TNK dan gunung yang selama ini kita jaga, masyarakat adat dipenjarakan. Dan ini yang tidak kita inginkan bersama karena menyimpang dari cita – cita kemerdekaan bangsa Indonesia,” kata Philipus.
Dirinya juga  juga menuturkan jika menginginkan perubahan ke arah yang lebih baik maka harus dicari metode terbaik untuk secara bersama – sama menjaga TNK , agar TNK semakin bagus ke depan dan lingkungan menjadi sehat dan baik.
Setiap komunitas adat harus menjaganya dan memulai menceritakan tentang kampung dan tata cara adat, hukum adat dan wilayah adat karena anak cucu masih akan hidup dalam seratus atau dua ratus generasi ke depannya dan tidak habis hari ini sehingga tugas kita hari ini sangat berat untuk mengajarkan pengetahuan tentang adat budaya dan nilai – nilai kehidupan yang telah diwariskan leluhur kita agar tetap diwariskan kepada generasi ke depan dan tidak boleh mati di kita.
Masyarakat adat harus menunjukan identitas diri kepada negara bahwa masyarakat adat sesungguhnya masih ada dan selamanya tetap ada dengan adanya adat dan budaya yang masih terpelihara dengan baik seperti yang diamanatkan dalam pasal 18 b ayat 2 dan pasal 28 j UUD’45 sehingga seluruh kebijakan yang bertentangan dengan pasal – pasal itu dinyatakan gugur.
 Masyarakat adat harus membangun atau memfasilitasi kembali dalam konteks negara dimana negara harus mendorong kemajuan, melestarikan adat dan budaya, mendorong nilai – nilai budaya, meneruskan seluruh tradisi yang ada sebagai bagian dari keberagaman bangsa yang harus dijaga oleh bangsa ini.
Hingga saat ini pertumbuhan ekonomi masyarakat adat di daerah penyangga TNK belum maksimal dilakukan padahal keberadaan Danau Kelimutu sudah puluhan tahun terkenal sebagai salah satu destinasi populer di dunia.
Philipus mengakui sejak ditetapkan sebagai salah satu taman nasional, ada perubahan – perubahan dalam tata kelola yang mulai dirasakan masyarakat adat sehingga kolaborasi manajemen yang ada ini terus ditingkatkan agar pertumbuhan ekonomi masyarakat adat dapat ditingkatkan.
Dan jika kolaborasi ini berjalan dengan baik maka perekonomian dan kesejahteraan masyarakat adat akan dapat meningkat.
Sementara itu Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Agus Sitepu mengatakan saat ini Balai Taman Nasional Kelimutu sedang melaksanakan program – program pemberdayaan untuk membantu masyarakat adat yang ada di sekitar kawasan Taman Nasional Kelimutu sesuai visi TNK sebagai  kawasan konservasi berbasis ekowisata budaya yang berdayaguna bagi masyarakat dengan misi mengembangkan ekowisata dengan tema budaya sejajar dengan alamnya dan memberdayakan masyarakat adat dan desa penyangga.
“Saat ini kita sedang mengembangkan beberapa program TNK yang bersentuhan dengan masyarakat adat yang ada di sekitar kawasan TNK untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sesuai dengan visi misi TNK,” kata Agus Sitepu.
Di katakan program peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang paling menyentuh adalah dilakukan dengan mengembangkan ekowisata agar masyarakat langsung menerima dampak kunjungan para wisatawan disamping membantu masyarakat untuk membangun kembali tempat – tempat ritual adat dan mendatangkan wisatawan untuk mengunjungi kampung adat tersebut.
“ Kita bantu untuk mempromosikan kampung Adat agar tidak hanya TNK saja yang dikunjungi wisatawan tetapi masih ada tempat wisata budaya yang sangat menarik untuk dikunjungi. Dan ini berada dalam satu paket kunjungan ke Kelimutu,” pungkasnya.
Pihaknya akan tetap melakukan komunikasi dan diskusi bersama dalam meningkatkan manajemen kolaborasi ini untuk bersama – sama meningkatkan pemberdayaan ekonmi masyarakat adat penyangga Taman Nasional Kelimutu.
(Infokom AMAN Nusa Bunga/dedi)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolsek Wewaria Ajak Warga Sukseskan Pemilu 2019

    Kapolsek Wewaria Ajak Warga Sukseskan Pemilu 2019

    • calendar_month Jumat, 29 Mar 2019
    • account_circle admin
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Wewaria snb.com- Bertempat di Lapangan Apel Mapolsek Wewaria rabu 27/3 dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Pengamanan Pemilihan Umum Tahun 2019 Tingkat Polsek Wewaria. Menko Polhikan dalam sambutan yang di bacakan Kapolsek Wewaria Iptu Arsyad Antonius  mengatakan Pemilu serentak tahun 2019, merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak yakni Lima jenis […]

  • SDK Boafeo Jadi Pilot Project Pemasangan Panel Surya Kerja Sama IESR dan AMAN

    SDK Boafeo Jadi Pilot Project Pemasangan Panel Surya Kerja Sama IESR dan AMAN

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Ende snb.com – Institute for Essential Services Reform (IESR) bekerjasama dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga merealisasikan pemasangan Panel Surya di SDK Boafeo, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende. Pemasangan Panel Surya di sekolah ini merupakan kelanjutan dari salah satu program IESR dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sekolah  sekaligus  memperkenalkan Energi terbarukan dengan listrik ramah lingkungan yang […]

  • Dukung Operasional KA Bandara, BNI Tambah Layanan Perbankan

    Dukung Operasional KA Bandara, BNI Tambah Layanan Perbankan

    • calendar_month Rabu, 3 Jan 2018
    • account_circle admin
    • visibility 53
    • 0Komentar

    JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membangun sejumlah fasilitas di beberapa stasiun yang dilalui Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini dilakukan untuk memudahkan penumpang agar dapat mudah dan cepat dalam bertransaksi. BNI membuka 1 outlet khusus di dalam Stasiun BNI City di kawasan Dukuh Atas, Jakarta. Sebanyak 2 mesin ATM […]

  • Hingga Hari Ke Tiga , Polsek Detusoko Sudah Salurkan 130 Karung Beras Bantuan Kemanusiaan Dari Kapolri

    Hingga Hari Ke Tiga , Polsek Detusoko Sudah Salurkan 130 Karung Beras Bantuan Kemanusiaan Dari Kapolri

    • calendar_month Senin, 3 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Ende suaranusabunga.com- Menyikapi Terjadinya Lonjakan Harga Beras yang terjadi di Seluruh Indonesia Khusunya Kabupaten Ende maka Kepala Kepolisian Republik Indonesia ( Kapolri) Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo menyalurkan Bantuan Kemanusiaan berupa beras sebanyak 2 Ton untuk Masyarakat di Wilayah Hukum Polsek Detusoko. Penyerahan Bantuan Beras Kemanusiaan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolsek Detusoko AIPTU Y.E.Mosa […]

  • BRI Dukung Kampanye Traveling Aman ke Luar Negeri

    BRI Dukung Kampanye Traveling Aman ke Luar Negeri

    • calendar_month Minggu, 15 Apr 2018
    • account_circle admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Jakarta snb.com- Bagi Anda yang gemar berlibur ke luar negeri kini tak perlu khawatir lagi soal keamanan dan keselamatan di negara tujuan. Pasalnya saat ini sudah ada aplikasi bernama Safe Travel besutan Kementerian Luar Negeri yang didukung oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Dukungan yang diberikan BRI kepada Kementerian Luar Negeri sejalan dengan program […]

  • Sat Reskrim Polres Ende Bekuk Bandar dan Konjak Bola Guling

    Sat Reskrim Polres Ende Bekuk Bandar dan Konjak Bola Guling

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 70
    • 0Komentar

     Ende suaranusabunga.com – Satuan Reserse dan Kriminal ( Sat Reskrim) Polres Ende 23/10/2020 berhasil menangkap Bandar dan Konjak ( pembantu Bandar ) judi Bola Guling yang sedang beraktifitas di rumah MI salah satu warga Jalan Flores, Nanganesa, Kecamatan Ndona. Kapolres Ende AKBP Albertus Andreana melalui Kasat Reskrim Polres Ende AKP Lorensius SH dalam siaran pers yang di […]

expand_less