Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Mosalaki dan Warga Wolomoni Tolak Pembangunan Gedung KDMP di Lokasi Sekolah

Mosalaki dan Warga Wolomoni Tolak Pembangunan Gedung KDMP di Lokasi Sekolah

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

 

​Ende suaranusabunga.com – Rencana pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Niowula Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, mendapat penolakan keras dari otoritas adat dan warga setempat.

 

Mosalaki Pu’u Wolomoni, Gregorius Masa, bersama tokoh masyarakat dan orang tua murid secara tegas menolak proyek tersebut jika dipaksakan berdiri di atas lahan milik Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wolomoni.

​Pernyataan sikap ini disampaikan langsung oleh Gregorius Masa yang didampingi sejumlah tokoh masyarakat dan orang tua siswa kepada awak media pada Sabtu (6/6/2026) di Wolomoni.


​Gregorius Masa mengungkapkan, pihak Pemerintah Desa maupun kontraktor pelaksana proyek sama sekali tidak pernah berkoordinasi atau melibatkan dirinya selaku Mosalaki Pu’u (pemangku adat/tuan tanah) dalam perencanaan pembangunan gedung koperasi tersebut.

​Ia menegaskan bahwa lahan yang menjadi objek sengketa memiliki sejarah dan peruntukan yang jelas yang tidak boleh dialihfungsikan secara sepihak.​”Lokasi tersebut diserahkan oleh adat pada tahun 1968 murni untuk pembangunan dan pengembangan sekolah, bukan untuk bangunan yang lain,” ujar Gregorius dengan nada tegas.

​Lebih lanjut Gregorius menjelaskan bahwa penolakan ini bukan tanpa dasar hukum dan musyawarah. Sebelumnya, pada tanggal 19 Mei 2026, telah digelar pertemuan bersama yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K), KepalaDinas Koperasi, Perwakilan Camat, serta pihak Desa dan Masyarakat.

​Dalam pertemuan tersebut, semua pihak yang hadir sebenarnya telah menyepakati bahwa lokasi kompleks sekolah tidak layak untuk dibangun Gedung KDMP dan di sarankan untuk mencari Lokasi Lain.

 

Terkait lokasi alternatif tersebut Kepala Desa menyampaikan akan di lakukan pertemuan kembali tetapi sampai dengan. kemarin tidak terjadi dan. Yang datang malah Alat Berat.

 

Peruntukan lahan untuk masa depan sekolah dinilai jauh lebih mendesak ketimbang pembangunan gedung koperasi. Menurut Gregorius, SDN Wolomoni saat ini sangat membutuhkan perluasan fasilitas pendidikan untuk menunjang aktivitas belajar mengajar

​”Sekolah masih butuh pengembangan ke depan, seperti pembangunan laboratorium atau perpustakaan. Selain itu, yang paling penting adalah pembangunan Mess Guru.

 

Untuk Bapak mereka ketahui , guru-guru yang mengajar di SDN Wolomoni ini semuanya berasal dari luar Desa Wolomoni sehingga keberadaan tempat tinggal (mess) di lingkungan sekolah sangat kami butuhkan,” pungkasnya.(dedi)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less