Kupang Suaranusabunga.com  – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT mengimbau seluruh warga untuk menolak segala paham radikalisme, teroris dan ajaran atau aliran lainnya yang menyimpang dari Pancasila.
Seruan ini disampaikan FKUB Kabupaten TTS, Pdt. Eben D. Telnoni, S.Th berkenaan dengan HUT Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2020, sebagaimana rilis media yang diterima, Kamis (20/8).
Bangsa Indonesia telah melalui jalan panjang perjuangan, melewati berbagai badai sejarah dengan nyala semangat juang parah pahlawan bangsa. Pengorbanan mereka dalam merebut kemerdekaan, wajib diteruskan dengan semangat persatauan kebangsaan. Sebagai generasi bangsa, semua wajib menjaga persatuan dan kesataun ditengah keberagaman bangsa ini.
Bangsa Indonesia yang besar ini, baru saja memperingati hari lahir kemerdekaannya yang ke 75. Dalam momentum yang sama, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) NTT, mengajak semua masyarakat menjaga situasi kemananan dan ketertiban di Timor Tengah Selatan (TTS).
FKUB Kab.TTS juga dengan tegas mendukung upaya dan langlah-langkah aparat keamanan, Kepolisian Daerah NTT (Polda) NTT dalam memerangi, menangkal dan menolak segala bentuk gerakan radikalisme, terorisme dan ajaran atau aliran menyimpang yang berpotensi memecah belah bangsa indonesia, khususnya di Kabuapten TTS.
Keamanan, ketertiban, dan kondusivitas sosial akan mendorong masyarakat untuk bekerja dan produktif dalam membangun Indonesia yang maju dan mampu bersaing di era persaingan bebas ini.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) TTS, juga menghimbau masyarakat untuk selalu menjunjung tinggi persatuan  dan kesatuan  dan menolak segala paham radikalisme.
Persatuan dan kesatuan, serta kehidupan harmonis yang yang berjalan baik ditengah keberagaman masyarakat selama ini, harus terus dijaga dan dirawat oleh semua anak bangsa agar tetap utuh dalam mewujudkan cita-cita kehidupan berbangsa bernegara yang adil sejahtera.
“Indonesia Maju”, sebagaimana tema besar kemerdekaan yang diusung bangsa ini dalam hari lahir kemerdekaan yang ke 75, harus semakin memperteguh rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap bangsa ini, dan bersama-sama bergerak mewujudkan keadilan sosial.
“Harapan kita hidup berbangsa dan bertanah air khusus di TTS  supaya hidup rukun dan damai, sehingga segala bentuk aliaran dan gerakan radikalisme harus dilawan bersama,” katanya.
Dia meneguhkan bahwa pancasila sudah final, tidak usah dipertanyakan lagi. Pancasila menjadi roh dan penuntun sikap anak bangsa, wajib mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari setiap kita. Untuk itu, wajib untuk dipertahankan.( Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *