Putri Mata Air Pencinta dan Pemerhati Budaya dari Pulau Rote

Rote Ndao Snb.com – Siapa bilang wanita makhluk lemah? Kemampuan mengandung jabang bayi selama sembilan bulan, mengurus keluarga dan melakukan sederet pekerjaan lain dalam satu waktu, menjadi bukti kekuatan wanita, meskipun tak selalu diapresiasi.
Memang, sekedar kuat saja tidak cukup, wanita juga harus bisa melakukan hal-hal yang menginspirasi. Selama kegiatan inspiratif ini dilakukan dengan tulus dan sungguh-sungguh,apalagi Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa banyak budaya barat masuk ke negara kita , Akibatnya penggunaan dan pelestarian kekayaan budaya mulai tersingkir secara perlahan-lahan sehingga sebagai perempuan pencinta Adat dan budaya maka menjadi tangung jawab bagi dirinya untuk terus dan harus gelorakan budaya serta adat istiadat demikian di katakan salah satu pendiri terbentuknya Kabupaten Rote Ndao.

Putri dari pasangan Alm Yusup Ngebu AduTulle dan Alm ibu Mariana Ngebu Henuk,dialah Sofia Henderina Nggebu AD,Perempuan Kelahiran Rote 14 -12- 1963,yang juga seorang ibu Rumah tangga .

Mempunyai berbagai Bisnis ,Properti ,Apartemen town house.selain itu Perempuan yang satu ini merupakan Direktur sekaligus pimpinan,Yayasan Putri mata air.Sosial ,seni budaya jakarta,Galery PUTRI MATA AIR di Pinang 100 Cilandak, Direktur PT Henderina : Distributor korean Indonesia bidang kosmetic , supplayer GHK Serum Dermatic kusus utk semua klinik kecantikan se indonesia serta Marketing exekutif di FARRER PARK Hospital Singapura

Wanita yang lebih di kenal dengan sebutan Putri Mata Air ini dirinya sangat menyadari bahwa pergeseran pelestarian kebudayaan mulai terjadi oleh sebab itu sangat perlu terus dilakukan berbagai usaha untuk mempertahankan kebudayaan suku di Tanah Air. Misalnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama Suku Rote tempat dirinya berasal dan ini merupakan Kewajiban serta tanggung jawab kita sebagai seorang perempuan yang di besarkan adat istiadat

Di katakan Sofi ada 3 cara yang perlu di mainkan sebagai seorang perempuan pencinta budaya yaitu Enlighten, Educate, dan Empower.
Enlighten adalah mengajak kaum perempuan untuk lebih percaya diri, berpikir maju dan mampu meningkatkan kreativitas mereka. Educate adalah penciptaan proses saling berbagi dan melakukan pembejalaran. Sedangkan Empower, agar semua wanita dapat lebih mandiri serta percaya diri akan diri mereka,” dan itu adalah ciri perempuan Rote.

Kepada wartawan perempuan yang memiliki hobi bernyanyi dan traveling ini mengungkapkan bahwa Komunitas penggerak perempuan adat dan budaya dengan tujuan memotivasi para perempuan untuk mencintai budaya melalui kegiatan kegiatan sosial serta tenun dan adat istiadat ,bahkan jangan salah perempuan ini selalu hebat dalam bersyair tuturan adat Nusak Thie suku Rote,meskipun sudah 39 tahun hidup di ibu kota Jakarta.

Tujuannya untuk memotivasi perempuan-perempuan Rote agar terus mencintai budaya khususnya Rote Ndao, untuk tetap menggunakan hasil tenunan sendiri, terutama para anak muda dan juga para ibu-ibu ungkapnya.
” Kita terus berupaya menyebarkan virus cinta budaya ini lewat media maupun maupun berbagai kegiatan budaya “ungkapnya.

Kecintaan Sofi terhadap budaya mendorong nya untuk berinovasi dengan motif kain tenun suku Rote yang menurutnya sangat banyak motif dan mempunyai arti tersendiri dari tiap tiap motif dari 19 Nusak yang ada di Rote.

Sofi juga baru- baru ini mendapatkan Sebuah penghormatan selaku Direktur Yayasan Putri Mata Air Indo Femme the elegance by Bella Shofia,Plaza crystal
,GTM, Flower dan Wawan suharto team kepada dirinya selaku Wanita Inspirasi Perwakilan wanita pengusaha dan pelaku seni tenun kain NTT .

Lebih lanjut di katakanya ada 9 kekuatan dan krateria perempuan Rote yaitu,Perempuan Rote Bangkit,Rote brani,Rote beriman,Rote sehat, Rote cantik,Rote santun dan berbudaya,Perempuan Rote cerdas,Perempuan Rote mandiri,perempuan Rote bahagia sehingga akan selalu di kenang hingga akhir hayat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *