Musda AMAN II Sah, ini Kata Komunitas AMAN PD Bagian Tengah

Ende snb.com- Komunitas – komunitas adat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) PD Flores Bagian Tengah mengaskan kalau hasil Musyawarah Daerah (Musda) II AMAN Flores Bagian Tengah yang berlangsung di Komunitas Adat Rendu pada 8-9 September 2019 lalu merupakan hasil keputusan yang sah karena dihadiri lebih dari 2/3 anggota komunitas adat yang ada di PD Flores Bagian Tengah.
Penegasan ini disampaikan oleh Wakil Ketua I DAMANDA Flores Bagian Tengah, Agustinus Djawa dihadapan para koordinator dan utusan komunitas anggota AMAN di Rumah AMAN, Jl Udayana Onekore Ende pada Sabtu (21/09).
Agustinus Djawa mengatakan Musyawarah Daerah (Musda) AMAN Flores Bagian Tengah yang berlangsung 8 – 9 September 2019 di Komunitas Adat Rendu yang dihadiri oleh perwakilan komunitas – komunitas adat yang bergabung dalam AMAN merupakan musyawarah yang dilakukan sesuai dengan Anggaran Dasar AMAN karena kepengurusan PD AMAN Flores Bagian Tengah periode 2013 – 2018 telah berakhir masa kepengurusannya sejak satu tahun yang lalu.
“Kami bersyukur karena telah dilakukan MUSDA AMAN Flores Bagian Tengah karena selama ini kami yang ada di komunitas tidak pernah diinformasikan tentang kegiatan – kegiatan AMANDa Flores Bagian Tengah sehingga kami merasa AMANDa Flores Bagian Tengah ada tetapi tidak ada,” tutur Agustinus Djawa.
Mosalaki Nua Lise ini melanjutkan hingga berakhirnya masa kepengurusan periode 2013 – 2018 tidak ada program yang dikerjakan pengurus untuk komunitas sehingga dirinya bersama komunitas AMAN lainnya sepakat untuk mendukung hasil Musda AMAN Flores Bagian Tengah agar roda organisasi dapat berjalan dengan baik dibawa kepengurusan yang baru ini.
“AMAN adalah organisasi masyarakat adat yang mengurus adat dan budaya sehingga kami yang bergabung di AMAN ini adalah para orangtua dan tokoh – tokoh adat. AMAN bukan organisasi politik atau organisasi lainnya. Jangan bawakan urusan lain diluar urusan yang berkaitan dengan adat untuk bercampur didalamnya. Kami ini orangtua, tokoh adat dan mosalaki,”ujar Djawa.
Agus Djawa menegaskan kalau saat ini ada pihak yang tidak menerima hasil Musda AMAN Flores Bagian Tengah di Rendu, maka pihak yang menolak itu mendatangi PW AMAN Nusa Bunga untuk melakukan diskusi dengan menghadirkan semua komunitas adat di Flores Bagian Tengah yang bergabung didalam organisasi AMAN.
“Kalau tidak setuju dengan hasil Musda kemarin, silahkan undang semua komunitas adat AMANDa  Flores Bagian Tengah untuk kita diskusikan bersama di Rumah AMAN. Kita kan punya sekretariat, jadi setiap persoalan yang berkaitan dengan organisasi, kita diskusikan bersama di sekretariat kita,” tegas Agus.
Hal yang sama diungkapkan oleh Fabianus Dau, perwakilan Komunitas Adat Wolomoni yang mengatakan bahwa Musyawarah Daerah AMAN Flores Bagian Tengah yang telah menghasilkan point – point penting untuk AMANDA Flores Bagian Tengah merupakan hasil keputusan yang sah sesuai dengan Anggaran Dasar AMAN mengingat kepengurusan AMANDA Flores Bagian Tengah periode 2013 – 2018 telah berakhir setahun yang lalu.
“ Kita tidak bisa membiarkan organisasi ini mandek di tengah jalan hanya karena kepentingan pribadi orang tertentu. Sebaliknya kita harus melakukan sesuatu agar roda organisasi ini berjalan. Kita belajar dari pengurus periode lalu yang statis sehingga organisasi ini tidak memiliki program untuk komunitas,” kata Fabianus.
Terkait polemik yang terjadi di internal kepengurusan, Fabi menilai itu hal yang biasa dalam berorganisasi namun harus diingat bahwa periode kepengurusan yang lama telah berakhir sehingga pengurus lama seharusnya dengan legawa mengakui hasil MUSDA tersebut.
“Semua proses telah kita lewati dengan menghasilkan keputusan – keputusan bersama termasuk pemilihan kepengurusan yang baru. Lebih bermartabat kita menerima hasil keputusan itu dengan legawa. Kita ini orang adat lebih baik introspeksi diri dan berfikir yang positif,” pungkasnya.(Aman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *